Palsukan Bawang Merah, Importir Kena Sanksi

Palsukan Bawang Merah, Importir Kena Sanksi – Harga bawang merah yang cukup baik pas calebaran, yaitu Rp18 ribu/kg di ting – kat petani dan Rp25 ribu/kg tingkat eceran menggiurkan bagi importir bawang bombay. Mereka memasarkan bawang bombay mini dari India yang harga ecerannya Rp14 ribu/kg di pasar sebagai ba – wang merah untuk meraih keuntungan be sar. Hal ini merugikan konsumen dan petani bawang merah di dalam negeri. “Keuntungan yang diraup importir ba – wang bombay mencapai Rp1,24 triliun. Dan apabila 50% bawang bombay mini penetrasi ke pasar bawang merah lokal, ada tambahan keuntungan lagi sebesar Rp455 miliar. Sedangkan potensi kerugian petani bawang merah bisa mencapai Rp5,8 triliun,” hitung Mentan Amran Sulai – man seusai memimpin upacara Hari Krida Pertanian sekaligus halal bilhalal Idul Fitri di Kementerian Pertanian (22/6).

Menurut Amran, sejak 2016 Kementan ti dak lagi mengeluarkan rekomendasi im – por bawang merah karena produksi lokal yang mencapai 1,45 juta ton mampu ke – bu tuhan nasional sebanyak 1,2 juta ton. Bahkan Indonesia telah mengekspor 7.750 ton bawang merah ke Thailand, Viet – nam, Filipina, Singapura, dan Timor Leste. Selain itu, berdasarkan Kepmentan 105/ 2017, pemerintah juga sudah menutup im por bawang bombay berdiameter di bawah 5 cm karena mirip bawang merah sehingga berpotensi mengelabui konsumen dan merugikan petani. Menurut Amran, 10 importir yang didu – ga mengimpor bawang bombay tidak se – suai aturan diperiksa pihak berwajib. Lima di antaranya diaudit Kementan, yakni PT TAU, PT SMA, PT KAS, PT FMP, dan PT JS. Bi la terbukti melanggar, perusahaan bisa kena sanksi blacklist. “Yang bersangkutan nggak boleh lagi impor bawang, berbisnis ba wang merah dan bawang bombay di Per tanian. Termasuk bila membuat per – usa haan baru, tetap kami blacklist,” an – cam nya. Solusinya, Mentan mengundang BUMD untuk mengimpor bawang bombay.