Perbankan di Argentina Mengalami Kenaikan GWM

Perbankan di Argentina Mengalami Kenaikan GWM

Argentina terus mencari cara keluar dari krisis ekonomi. Terbaru, Bank sentral Argentina telah menaikkan persyaratan giro wajib minimum bank-bank besar sebesar tiga persen poin. Dengan kata lain, bankbank besar kudu menyimpan lebih banyak lagi deposito di bank sentral. Rencana ini untuk memperketat jumlah uang beredar. Keinginan bank sentral ini juga merupakan program pinjaman Dana Moneter Internasional (IMF).

Tujuannya mengendalikan inflasi yang melaju, kata bank sentral dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Reuters, pekan lalu Gubernur Bank Sentral Guido Sandleris telah bertemu dengan para eksekutif bank pada hari Kamis (27/9) untuk membahas peningkatan persyaratan cadangan ini. Pernyataan pada Jumat (28/9) malam mengatakan bank-bank bisa menggunakan uang tunai untuk memenuhi persyaratan cadangan minimal tersebut.

Sebenarnya bank sentral telah menaikkan GWM beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir dalam upaya untuk menurunkan harga di ekonomi terbesar ketiga di Amerika Latin itu. Menurut perhitungan Reuters, peningkatan terbaru persyaratan GWM untuk bank tersebut sebesar 44%. Sayang, jurubicara bank sentral tidak segera dapat mengkonfirmasi angka kenaikan tersebut. Demikian seperti dilaporkan oleh media lokal Argentina. Sebelumnya Sandleris mengumumkan pada hari Rabu (26/9) bahwa bank sentral akan menargetkan pertumbuhan nol persen hingga Juni 2019.

Ini merupakan bagian dari kesepakatan IMF senilai US$ 57 miliar. Kini, argentina memang sedang ketergantungan dengan IMF. Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde mengatakan, dirinya telah menginstruksikan stafnya agark memeriksa kembali tahapan program keuangan di negara Lionel Messi itu. IMF melangkah masuk negara itu untuk membantu Argentina pada Juni, setelah nilai tukar peso melemah secara dramatis. IMF sepakat memajukan pemberian pinjaman, dengan jumlah dana tahap pertama sebesar US$15 miliar.

Argentina memang telah menjadi pusat gejolak pasar berkembang yang muncul tahun ini. Investor khawatir Argentina tidak akan dapat membayar utang luar negerinya pada tahun 2019 dan membuat peso Argentina salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di dunia taun ini. Mata uang Peso telah kehilangan lebih dari 50% nilainya pada 2018. Bank Sentral memproyeksikan inflasi di Argentina akan mencapai 40% tahun ini.