Bijak Menggunakan Gula Dan Garam

Untuk kesekian kalinya, PT Unilever Indonesia, Tbk., kembali menggelar Jakarta Food Editor’s Club (JFEC) Gathering yang bertujuan untuk berbagi informasi seputar makanan, minuman, gizi dan gaya hidup. Acara diadakan di dapur Unilever Food Solutions Kuningan (4/12/2014).

Kali ini JFEC gathering memberikan edukasi tentang Pentingnya Memerhatikan Asupan Gula dan Garam pada makanan kita seharihari. Menghadirkan Dr. Ekowati Rahajeng, SKM. MKes, Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTPM) Kementerian Kesehatan RI; Ibu Yusra Egayanti, S.si – Kasubdit Standarisasi Pangan Khusus, Direktorat Standarisasi Produk Pangan, Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, Badan POM RI, Emilia Achmadi, Food Nutrition Expert, Disease Prevention & Sport Nutrition, dan Chef Rikrik – Unilever Food Solutions.

Maria Dewantini Dwianto sebagai HOC PT Unilever Indonesia, Tbk, berpendapat bahawa “Unilever percaya bahwa sangat penting untuk semua masyarakat paham bagaimana cara pola konsumsi pangan yang disarankan, karena hal tersebut sangat berkaitan dengan kesehatan masyarakat itu sendiri. Unilever berkomitmen secara konsisten untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya asupan gizi seimbang termasuk di dalamnya adalah asupan gula dan garam, serta gaya hidup sehat.”

Di Indonesia, makanan dan minuman berkadar gula tinggi, dan garam tinggi, masih banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Berdasarkan data Susenas 20111 konsumsi gula bahkan mencapai 1.416 kg/kap/minggu, dan konsumsi garam sebesar 311 g/kap/ minggu. Menurut rekomendasi Kemenkes, batas konsumsi gula sehari adalah 3-6 sendok makan atau 25-50 g per hari. Sedangkan batas konsumsi garam sehari adalah 5 g atau 2.000 mg natrium.

Garam dan gula mempunyai efek positif dan negatif untuk tubuh kita. Di satu sisi gula dan garam diperlukan tapi di sisi lain akan memberikan efek buruk jika dikonsumsi berlebihan. Oleh karenanya Unilever percaya dengan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya bersikap bijak mengonsumsi gula dan garam dalam asupan makanan sehari-hari, masyarakat dapat terhindar dari penyakit-penyakit degeneratif yang ditimbulkan dari konsumsi gula dan garam yang berlebih, diantaranya penyakit diabetes tipe-2, hipertensi, dan osteoporosis.

Untuk memberikan edukasi mengenai pedoman makan dan berperilaku sehat bagi seluruh lapisan masyarakat, Kemenkes telah menyempurnakan Pedoman Gizi Seimbang (PGS) dan menggantikan slogan “4 Sehat 5 Sempurna’”dengan harapan terjadi perbaikan pola konsumsi pangan dan gaya hidup sehat masyarakat Indonesia.