Persija Tak Diperkuat Riko dan Rohit Chand

Dua pemain pilar Persija Jakarta, Riko Simanjuntak dan Rohit Chand, dipastikan absen ketika Macan Kemayoran bermain tandang melawan Borneo FC pada pekan ke- 21 Liga 1 di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu mendatang. Hal ini karena kedua pemain tersebut tengah bergabung dengan timnas masingmasing. “Kami akan melihat beberapa opsi pemain pengganti,” kata pelatih Persija, Stefano Cuggura Teco, kemarin. Penyerang sayap Persija, Riko Simanjuntak, dipanggil Timnas Indonesia untuk melakoni laga uji coba melawan Mauritius di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, pada Selasa esok.

Sementara itu, Rohit Chand masih memperkuat Timnas Nepal yang sedang mengikuti turnamen South Asia Football Federation (SAFF) Championship. Menurut dia, sudah risiko bagi klub saat pemainnya diminta bergabung dengan timnasnya. “Ini situasi di dalam sepak bola, mereka harus membantu negaranya,” ujar Teco. Kehilangan dua pemain pilarnya cukup berpengaruh terhadap skuad Persija. Sebab, kedua pemain itu nyaris tak tergantikan sepanjang pertandingan resmi di Liga 1 maupun Piala AFC sebelum Persija gagal lolos ke babak final.

Karena itu, Teco sedang mencari opsi pemain pengganti. “Masih ada waktu selama tiga hari, kami akan maksimalkan pemain yang ada,” ujar dia. Teco belum mau menyebutkan pemain yang bakal mengisi pos yang ditinggalkan dua pemain andalannya itu. Adapun sejumlah pemain pengganti yang dapat mengisi posisi Rohit Chand, antara lain, adalah Septianus Alua, Yan Pieter Nasadit, dan Ramdani Lestaluhu. Sedangkan di posisi penyerang sayap, masih ada Fitra Ridwan, Rudi Widodo, dan Franky Kagoya.

Selain tanpa dua pemain pilarnya, Persija belum memperlihatkan permainan solidnya saat menjalani uji coba terakhir melawan Selangor FA pada Kamis pekan lalu. Dalam laga itu, Macan Kemayoran menyerah 1-2 kepada klub asal Malaysia tersebut. Teco mengatakan, selama 45 menit pertandingan, anak asuhannya cukup mendominasi permainan, namun hanya menciptakan satu gol. Menurut dia, hal itu menjadi bahan evaluasi untuk pertandingan di Liga 1. Dia mengatakan bahwa penyelesaian akhir anak-anak asuhannya masih bermasalah. Sebab, sejumlah peluang gagal dikonversi menjadi gol dan satu gol yang tercipta pun berasal dari titik putih atau penalti.