Bergerak Pangkal Sehat dan Cerdas Bagian 2

Sebaiknya tidak terlalu lama karena anak harus lebih banyak bergerak. Mengapa harus banyak bergerak? Sebab, lewat aktivitas gerak, mereka akan mendapat banyak sekali stimulasi, seperti: meningkatkan kemampuan motorik, interaksi, komunikasi, sosial, berbagi, memahami orang lain, memecahkan masalah, bekerja sama, dan anak pun akan lebih aktif berpikir.

Sementara jika ia lebih sering “berduaan” dengan gadget, maka kesempatan menstimulasi aneka kemampuan tersebut jadi jauh lebih minim. Tak heran jika dikatakan, dengan banyak bergerak, anak akan tumbuh lebih cerdas. University of Eastern, Finlandia, membuktikannya dengan melakukan sebuah penelitian yang mempelajari hubungan antara kebugaran jantung (kardiovaskuler), kinerja motorik, serta skill membaca dan matematika pada anak-anak.

Sekitar 147 anak kelas 1—3 sekolah dasar dilibatkan sebagai responden. Fokus riset adalah efek peningkatan aktivitas fsik, pola makan yang lebih baik, serta faktor umum yang memengaruhi kesehatan dan kinerja motorik. Hasilnya, ditemukan anak yang hasil uji kelincahan dan kemampuan manualnya buruk, kinerja motoriknya pun rendah di kelas 1. Kemudian di kelas 2 hingga 3, nilai membaca dan matematikanya lebih rendah dibandingkan anak yang kinerja motoriknya lebih baik.

Dari sini bisa digarisbawahi bahwa penting stimulasi motorik-kinestetik untuk meningkatkan kemampuan akademik anak. Peneliti pun meyakini, aktivitas motorik yang sering dilakukan anak sejak dini kelak akan membuatnya lebih berprestasi secara akademik. Contoh, anak yang punya motivasi kuat untuk menguasai sebuah gerakan yang agak sulit ketika belajar balerina, umumnya ia pun akan memiliki motivasi yang kuat untuk pencapaian nilai akademis yang baik di sekolah.

Sebuah penelitian yang telah dilakukan oleh tim dari University of Eastern di Finlandia pun mengumumkan sebuah hasil. Yakni, banyak murid yang aktif di sebuah kegiatan kinestetik seperti halnya seorang atletik mempunyai kemampuan matematika dan membaca yang lebih baik dari yang lainnya. Dua kemampuan ini adalah kemampuan dasar akademik yang nantinya akan mendukung mereka untuk mencapai nilai akademik lebih baik di mata pelajaran yang lain. Berikut informasi lebih lanjut mengenai tempat les bahasa Jerman di Jakarta.