Mama Sempurna Cuma Ada Di Surga Bagian 2

LEKAS JELASKAN

Marah-marah disaksikan anak memang cuma salah satu dari sekian perbuatan Mama Papa yang tak baik efeknya bagi anak. Tapi, jangan remehkan kesalahan-kesalahan lain. Sebut saja seperti, buang sampah sembarangan, mengucapkan kata-kata kasar, lupa cuci tangan ketika mau makan, memberikan benda dengan cara melempar, makan sambil bicara, memarahi pengemis, pulang larut malam, atau main gadget terlalu lama. Jelaskan kenapa kita sampai melakukannya. Misalnya terpaksa meletakkan sisa makanan di meja karena tempat sampahnya jauh dan berjanji akan membuangnya serta membersihkannya seusai makan. Atau, minta maaf karena lupa kalau bicara sambil makan sudah disepakati tidak boleh dilakukan.

Intinya, anak harus dijelaskan supaya ia memahami kenapa kita melakukan hal tersebut. Penjelasan sebaiknya segera diberikan pada saat kita melakukan kesalahan sehingga anak langsung menerima bahwa apa yang dilihatnya bukan sesuatu yang patut dicontoh. Ketika lupa mencuci tangan sebelum makan, misalnya, “Oh iya, Mama sudah lapar sekali sampai lupa cuci tangan!” Kemudian segera cuci tangan sehingga anak melihat kalau kita sudah mengoreksi kesalahan kita. Menurut Nina, apabila kita belajar dari kesalahan tersebut dan berusaha memperbaiki diri untuk tak lagi mengulang kesalahan yang sama, maka kita menjadi manusia yang lebih baik, dan efek yang ditimbulkan pada anak cenderung baik. “Anak yang tahu bahwa mamanya juga bisa membuat kesalahan, namun bisa memperbaikinya, akan realistis.

Ia akan belajar meniru perilaku baik mama nya. Sebaliknya, kalau mama nya cuma menyesali kesalahan tapi tak memperbaiki diri, anak pun tak belajar memperbaiki dirinya,” papar Nina yang aktif nge-tweet tentang psikologi lewat @annasurtinina. Tetapi kalau kesalahan-kesalahan tadi dilakukan terusmenerus, disengaja atau tidak, berarti ada yang tidak beres pada diri kita. Jangan-jangan kita masih memiliki emosi yang labil, masih menganut pola asuh anak yang keliru, dan belum bisa jadi panutan si kecil. Sedih, tak perlu. Toh berbuat salah itu biasa. Yang lebih penting, kita tahu telah berbuat salah dan berusaha memperbaikinya.

Selain memberikan pelajaran sikap dan perilaku dirumah tentunya pendidikan formal luar rumah juga diperlukan. Berikut ini kami rekomendasikan sebuah portal yang bisa anda akses melalui gadget di rumah mengenai pendidikan bahasa,http://pascal-edu.com/. Dengan mengenalkannya berbagai bahasa maka akan terbuka wawasannya. Usia anak-anak sangat mudah untuk menalar berbagai bahasa daripada anak sudah dewasa. Jadi maksimalkan daya kembang otak anak ketika masih kecil agar mendapatkan bekal di kemudian hari nanti.