Tips Spesial Untuk Mamil Diabetes Bagian 2

Untuk makanan yang mengandung gula tentu harus dihentikan, sementara makanan yang mengandung lemak dan karbohidrat dibatasi. Para ahli gizi yang dapat menghitung jumlah kalori yang Mama butuhkan untuk beraktivitas dan kehamilan. Pola makan yang dianjurkan dengan menggunakan rumus kebutuhan dasar kalori ditambah kebutuhan kalori tiap triwulan dan aktivitas.

Makanan dibagi menjadi 3 porsi makan besar dan makanan kecil 2-3 kali di sela makan besar, agar kadar gula dalam darah tetap bisa terjaga dengan stabil. Selain mengatur pola makan, mamil diabetesi juga perlu berolahraga secara rutin, karena olahraga mampu mengendalikan kadar gula darah. Lakukan olahraga 5 kali dalam seminggu selama kurang lebih 30 menit. Tentunya dipilih olahraga yang aman selama kehamilan, seperti: senam, berjalan kaki atau berenang. Konsultasikan dengan dokter kan dungan, ya Mam.

INI KOMPLIKASINYA!

Khusus di trimester 1 kehamilan, baik pada DM Tipe I maupun Tipe II (lihatboks “4 Tipe DM”), dapat terjadi komplikasi jangka pendek yang sama, yaitu hipo glikemia (turunnya gula darah) ataupun ketoasidosis (meningkatnya kadar gula darah). Dan terjadinya naik/turun gula darah ini dapat mengakibatkan sebuah gangguan pada sirkulasi darah dari Mama yang menuju ke janin dan bisa berakhir dengan abortus atau keguguran.

Sedangkan komplikasi jangka panjang yang terjadi di trimester ?baik pada DM Tipe I maupun Tipe II?adalah gangguan di pembuluh darah kecil (mi kroangiopathy), semisal di mata dan ginjal. Namun, tak menutup kemungkinan, gangguan tersebut terjadi pada pembuluh darah besar (makroangiopathy), seperti di otak dan jantung. Adanya sebuah gangguan yang terjadi pada pembuluh darah, tentunya juga dapat menjadi pengaruh asupan makanan dari Mama ke janin. Akibatnya, terjadilah gangguan pertumbuhan yang dikenal dengan istilah sugar baby atau bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR).

Yang juga perlu diwaspadai, bila kadar gula darah Mama yang masuk ke tubuh janin dalam jumlah banyak. Ini mengakibatkan janin memiliki berat lahir di atas 4 kg. Dengan ukuran janin yang terlalu besar, tentu tidak dapat dilakukan persalinan normal, sehingga? mau tak mau?Mama harus memilih persalinan de ngan operasi sesar.b Nah, itulah perlunya kerja sama yang baik dengan ketiga ahli yang merawat Mama, demi kesehatan Mama sendiri dan janin sehingga persalinan normal pun dapat dilakukan.