Kripto Mendekatkan Fans Dengan Club Olahraga

Kripto Mendekatkan Fans Dengan Club Olahraga

Pebisnis Prancis Alexander Dreyfus jeli melihat peluang. Banyaknya penggemar olahraga di dunia dia jadikan sebagai pasar potensial dari chiliZ, startup blockchain yang dia dirikan. Melalui penjualan token ke fans, klub olahraga bisa mendengarkan aspirasi mereka. Tentu, klub bisa memonetasi token tersebut. Adalah klub sepakbola Juventus yang baru saja mengumumkan rencana penggunaan token yang akan diluncurkan awal kuartal pertama 2019 tersebut.

Para penggemar klub sepak bola mungkin akan segera dapat berkontribusi dalam pembuatan keputusan oleh klub kesayangannya. Caranya, melalui token aset kripto. Setidaknya harapan itu satu langkah lebih dekat dengan kenyataan setelah klub sepakbola Italia Juventus pada pekan ini mengumumkan rencananya meluncurkan token bagi 340 juta penggemarnya di seluruh dunia.

Rencananya token itu akan meluncur pada awal kuartal pertama di tahun depan. Token tersebut akan memberi mereka hak suara pada beberapa keputus- an klub. Pengumuman Juventus ini hanya berselang dua minggu setelah inisiatif serupa dilakukan klub sepakbola Paris SaintGermain (PSG). Perusahaan di balik peluncuran token tersebut adalah startup blockchain bernama chiliZ yang mengoperasikan platform pemungutan suara olahraga Socios.com. Startup ini didirikan oleh pengusaha Prancis bernama Alexander Dreyfus. Meski baru didirikan 15 bulan lalu, perusahaan yang berbasis di Malta ini telah mengumpulkan dana US$ 66 juta dari investor, termasuk modal ventura FBG Capital dan Binance yang berbasis di Beijing, operator salah satu bursa aset kripto terbesar di dunia.

Dreyfus menjelaskan, cara kerja sistem voting para penggemar bola ini diserahkan kepada tim sepak bola masing-masing. Misal, berapa banyak token yang akan mereka jual dan jenis hak suara apa yang dilampirkan. Untuk nama-nama besar seperti Juventus, penggemar cenderung memiliki suara pada keputusan yang kurang penting, seperti warna kaus tim, tur musim panas, dan mungkin line-up pemain harapan di masa depan. Bagaimanapun, Dreyfus mengatakan, klub yang lebih kecil yang kurang terstruktur kadang-kadang dapat meminta fans mereka untuk membimbing mereka memilih pemain.
Dreyfus bilang, layanan ini untuk membantu klub-klub mendengarkan penggemar mereka, sekaligus emonetisasi. Tentu saja, Anda dapat menjual hak suara, tetapi blockchain memberi Anda transparansi dan penciptaan aset digital unik yang tidak dapat Anda ubah, kata Dreyfus dalam sebuah wawancara telepon, seperti dikutip South China Morning Post. Juventus belum menanggapi tentang apa yang bisa dipertimbangkan oleh para pemegang token.

Sementara Direktur Digital PSG Russell Stopford melalui email mengatakan, ada banyak area yang dapat melibatkan penggemar, tapi line-up tim tetap menjadi tanggung jawab pelatih. Juventus dan PSG yang menampilkan bintang seperti Cristiano Ronaldo dan Neymar da Silva Santos JĂșnior adalah contoh terbaru dari cryptocurrency dan proyek-proyek blockchain yang semakin digemari. Tetapi volatilitas harga aset kripto tetap menjadi penghalang utama untuk digunakan secara massal.