Target Terbaru dari Hacker Bagian 2

Hacker pun bekerja offline

Fakta bahwa hacker jahat menggunakan keahliannya untuk membantu organisasi kriminal ditunjukkan oleh kepolisian Jerman pada Security Analysts Summit yang diselenggarakan Kaspersky. Lokasinya adalah pelabuhan terbesar kedua di Eropa. Sebanyak 8,5 ton barang hilang di pelabuhan di Antwerp, Belgia, pada 2013. Polisi hanya bisa menahan satu ton muatan obat

Rusak Total Setelah Update Firmware

di SA conference, hacker menunjukkan trik merusak. Mereka meng-install update firmware berbahaya pada Macbook yang dengan cepat menghancurkan mainboard laptop itu karena panas yang berlebih. obatan terlarang dari Amerika Selatan yang disembunyikan dalam peti kemas perusahaan pengapalan yang tidak mengetahui sama sekali muatan tambahan tersebut. Nilai kokain yang berhasil ditahan mencapai US$204 juta. Sebelum pemilik mengirim peti kemasnya, para penjahat berniat mengambil narkoba itu di pelabuhan dalam sebuah operasi rahasia.

Mereka mempelajari lokasi akurat peti kemas di pelabuhan itu dengan menginfeksi PC yang digunakan perusahaan pengapalan untuk mengelola tempat penyimpanan. Menurut Peter Zinn dari Kepolisian Jerman, para penyelundup narkoba mempekerjakan hacker Belgia. Zinn mengungkapkan, hacker dengan piawai memanipulasi sistem kontrol derek bongkar-muat di pelabuhan, sehingga peti kemas yang berisi narkoba ditempatkan langsung ke truk pengangkut yang telah menunggu.

Sopir truk yang tidak tahu-menahu soal ini kemudian disingkirkan dengan senapan Kalashnikov agar muatan narkoba bisa diambil. Dalam metode ini, derek tidak dimanipulasi dengan cara menginfeksi PC, tapi melalui komputer mini yang diselundupkan dan disembunyikan ke dalam beberapa socket serta ditempatkan di kantor perusahaan pengangkutan oleh para penjahat.

Serangan virtual, konsekuensi nyata

Serangan terhadap sistem SCADA (supervisory control and data acquisition) telah lama diprediksi menjadi penyebab kiamat digital seperti putusnya aliran listrik, meledaknya pabrik kimia, lembah yang dibanjiri air bendungan dan sebagainya. Pengambilalihan dan manipulasi kontrol terhadap sistem yang difasilitasi hardware dan software SCADA sudah cukup untuk membuat bencana-bencana itu.

Akan tetapi, Eugene Kaspersky, pemimpin produsen antivirus Kaspersky melihat bahaya yang lebih nyata. “Saya duga, teroris sudah menjalin kerja sama dengan hacker untuk menyerang infrastruktur vital,” ujarnya. “Infrastruktur vital saat ini masih kurang terlindungi dengan baik. Para insinyur yang menangani infrastruktur itu tidak mengerti betapa cerdas dan kreatifnya para hacker. Mereka telah menyerang berbagai sistem keamanan namun tetap meyakinkan bahwa sistem Anda tetap aman”.